Pemulihan Pascabedah (L.14129)

by

in

I. Tabel Luaran Keperawatan (SLKI)

Pemulihan Pascabedah (L.14129)

Definisi: Proses penyembuhan setelah menjalani pembedahan untuk memulai dan melakukan aktivitas sehari-hari.

Ekspektasi: Meningkat.

Kriteria Hasil
Menurun (1)
Cukup Menurun (2)
Sedang (3)
Cukup Meningkat (4)
Meningkat (5)
Kenyamanan
1
2
3
4
5
Selera makan
1
2
3
4
5
Mobilitas
1
2
3
4
5
Kemampuan melanjutkan pekerjaan
1
2
3
4
5
Kemampuan bekerja
1
2
3
4
5
Kemampuan perawatan diri
1
2
3
4
5
Kriteria Hasil
Meningkat (1)
Cukup Meningkat (2)
Sedang (3)
Cukup Menurun (4)
Menurun (5)
Waktu penyembuhan
1
2
3
4
5
Kriteria Hasil
Memburuk (1)
Cukup Memburuk (2)
Sedang (3)
Cukup Membaik (4)
Membaik (5)
Area luka operasi
1
2
3
4
5

II. Intervensi Keperawatan Terkait (SIKI)

Berdasarkan indikator pemulihan pascabedah di atas, berikut adalah 3 intervensi utama dengan pendekatan OTEK:

1. Perawatan Pascabedah (I.14568)

  • Observasi: Monitor tanda-tanda vital; monitor area luka operasi (infeksi, perdarahan, penyembuhan); monitor bising usus dan pengeluaran urin.
  • Terapeutik: Pertahankan posisi yang nyaman; lakukan penggantian balutan luka secara aseptik; fasilitasi ambulasi dini sesuai toleransi.
  • Edukasi: Ajarkan cara merawat luka operasi secara mandiri; jelaskan batasan aktivitas fisik untuk mencegah ketegangan pada area bedah.
  • Kolaborasi: Kolaborasi pemberian medikasi pascabedah (misal: antibiotik, suplemen albumin untuk mempercepat penyembuhan luka).

2. Manajemen Nyeri (I.08238)

  • Observasi: Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri (skala nyeri).
  • Terapeutik: Berikan teknik non-farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (misal: teknik relaksasi napas dalam); fasilitasi istirahat dan tidur.
  • Edukasi: Jelaskan strategi meredakan nyeri; anjurkan memonitor nyeri secara mandiri.
  • Kolaborasi: Kolaborasi pemberian analgetik secara berkala atau sesuai indikasi medis untuk meningkatkan kenyamanan.

3. Dukungan Perawatan Diri (I.11348)

  • Observasi: Identifikasi kebiasaan aktivitas perawatan diri sesuai usia; monitor kemampuan perawatan diri secara mandiri.
  • Terapeutik: Ciptakan lingkungan yang aman dan nyaman selama perawatan; dampingi dalam melakukan perawatan diri sampai mandiri.
  • Edukasi: Anjurkan melakukan perawatan diri secara konsisten sesuai kemampuan; latih kemampuan perawatan diri secara bertahap.
  • Kolaborasi: (Tidak tersedia secara spesifik dalam intervensi ini).

III. Penjelasan Ilmiah

Pemulihan Pascabedah merupakan fase krusial yang melibatkan proses fisiologis kompleks seperti inflamasi, proliferasi sel, dan maturasi jaringan. Secara ilmiah, peningkatan selera makan berkaitan dengan status nutrisi (keseimbangan nitrogen positif) yang mempercepat waktu penyembuhan. Intervensi manajemen nyeri dan perawatan luka bertujuan untuk menekan mediator inflamasi dan mencegah komplikasi sekunder, sehingga area luka operasi dapat membaik sesuai dengan target klinis pada skala 5 (Membaik).


IV. Literatur

  1. PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  3. Brunner & Suddarth (2018). Textbook of Medical-Surgical Nursing, 14th Edition. Wolters Kluwer.


Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *