Daftar Isi
Tabel Intervensi Keperawatan Berdasarkan SDKI, SLKI, dan SIKI
Diagnosis Keperawatan (SDKI) | Luaran Utama (SLKI) | Luaran Tambahan (SLKI) | Intervensi Keperawatan Utama & Pendukung (SIKI) |
Nyeri Melahirkan (D.0079) | Tingkat Nyeri (L.08066) | 1. Kontrol Nyeri (L.08063) 2. Status Intrapartum (L.07060) 3. Status Kenyamanan (L.08064) 4. Tingkat Ansietas (L.09093) 5. Tingkat Pengetahuan (L.12111) | 1. Manajemen Nyeri (I.08238) 2. Pengaturan Posisi (I.01019) 3. Terapi Relaksasi (I.09326) |
Rincian Intervensi SIKI (Observasi, Terapeutik, Edukasi, Kolaborasi)
Berikut adalah penjabaran operasional dari tiga intervensi utama yang berkaitan erat dengan manajemen nyeri melahirkan:
1. Manajemen Nyeri (I.08238)
- Observasi:
- Identifikasi lokasi, karakteristik, durasi, frekuensi, kualitas, dan intensitas nyeri.
- Identifikasi skala nyeri dan respons nyeri non-verbal.
- Monitor kontrol lingkungan yang memperberat rasa nyeri (mis. suhu ruangan, pencahayaan, kebisingan).
- Terapeutik:
- Berikan teknik non-farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri (mis. TENS, hipnosis, akupresur, terapi musik, biofeedback, terapi pijat, aromaterapi, kompres hangat/dingin).
- Fasilitasi istirahat dan tidur.
- Edukasi:
- Jelaskan penyebab, periode, dan pemicu nyeri.
- Anjurkan memonitor nyeri secara mandiri.
- Ajarkan teknik non-farmakologis untuk mengurangi rasa nyeri.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian analgetik, jika perlu.
2. Pengaturan Posisi (I.01019)
- Observasi:
- Monitor status oksigenasi sebelum dan sesudah mengubah posisi.
- Monitor ketidaknyamanan selama perubahan posisi.
- Terapeutik:
- Tempatkan pada posisi yang terapeutik (mis. miring kiri untuk optimalisasi aliran darah ke janin).
- Atur posisi yang mengurangi sesak dan nyeri (mis. semi-fowler atau posisi tegak).
- Berikan bantal pada titik tekan untuk meningkatkan kenyamanan.
- Edukasi:
- Informasikan tujuan dan prosedur perubahan posisi.
- Ajarkan cara mengubah posisi secara mandiri dan aman.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi pemberian premedikasi sebelum mengubah posisi, jika perlu.
3. Terapi Relaksasi (I.09326)
- Observasi:
- Identifikasi penurunan tingkat energi, ketidakmampuan berkonsentrasi, atau gejala lain yang mengganggu kemampuan relaksasi.
- Monitor respons terhadap terapi relaksasi.
- Terapeutik:
- Ciptakan lingkungan tenang dan tanpa gangguan dengan pencahayaan dan suhu ruang yang nyaman.
- Gunakan nada suara lembut dengan irama lambat dan berirama.
- Edukasi:
- Jelaskan tujuan, manfaat, batasan, dan jenis relaksasi yang tersedia (mis. napas dalam, imajinasi terbimbing).
- Anjurkan mengambil posisi nyaman.
- Demonstrasikan dan latih teknik relaksasi (napas dalam).
- Kolaborasi:
- (Tidak tersedia secara spesifik dalam protokol relaksasi mandiri, namun dapat dikolaborasikan dengan tenaga psikologi jika ansietas berat).
Literatur Referensi
- PPNI (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Reeder, S. J., Martin, L. L., & Koniak-Griffin, D. (2011). Maternity Nursing: Family, Newborn, and Women’s Health Care. Lippincott Williams & Wilkins.


Tinggalkan Balasan