RISIKO JATUH (D.0143)

RISIKO JATUH (D.0143)

by

in

DIAGNOSA RISIKO JATUH (D.0143)

A. DEFINISI RISIKO JATUH

  1. PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia) Berisiko mengalami kerusakan fisik dan gangguan kesehatan akibat terjatuh. Definisi ini menekankan pada kerentanan individu yang dapat mengakibatkan dampak fisik yang serius jika tidak dilakukan intervensi preventif yang tepat.
  2. NANDA International Rentan terhadap peningkatan bahaya fisik yang dapat menyebabkan trauma fisik dan gangguan kesehatan, yang mengakibatkan seseorang mendarat di lantai atau tingkat yang lebih rendah secara tidak sengaja. Definisi ini menyoroti aspek ketidaksengajaan dan perubahan level posisi tubuh sebagai indikator utama.
  3. World Health Organization (WHO) Suatu peristiwa yang menyebabkan seseorang berhenti secara tidak sengaja di atas tanah atau lantai atau tingkat yang lebih rendah lainnya. WHO menekankan bahwa risiko ini bersifat multifaktorial dan merupakan salah satu penyebab utama cedera tidak disengaja di seluruh dunia.
  4. Kozier & Erb (Berman, Snyder, & Frandsen) Suatu keadaan klinis di mana individu memiliki kerentanan yang tinggi terhadap bahaya fisik yang berhubungan dengan faktor-faktor lingkungan serta kondisi fisiologis yang mengganggu keseimbangan atau koordinasi motorik.
  5. The Joint Commission Potensi terjadinya kejadian sentinel yang tidak diharapkan di mana pasien mengalami cedera akibat jatuh selama dalam perawatan medis. Fokus definisi ini berada pada keamanan pasien (patient safety) dan tanggung jawab institusi kesehatan untuk meminimalkan bahaya lingkungan.

B. ANALISIS ETIOLOGIS FAKTOR RISIKO

Faktor risiko dalam diagnosis keperawatan ini dikategorikan menjadi faktor intrinsik (fisiologis) dan ekstrinsik (lingkungan):

  1. Faktor Usia
  • Populasi dewasa 65 tahun atau anak-anak 2 tahun memiliki kontrol neuromuskular dan keseimbangan yang belum matang atau mulai mengalami degenerasi.
  1. Kondisi Fisiologis
  • Penurunan tingkat kesadaran atau perubahan fungsi kognitif.
  • Gangguan sensorik (penglihatan seperti katarak/glaukoma, dan gangguan pendengaran).
  • Hipotensi ortostatik dan perubahan kadar glukosa darah.
  • Kekuatan otot menurun (Sarcopenia) dan gangguan keseimbangan.
  1. Faktor Lingkungan
  • Lingkungan yang asing, pencahayaan yang tidak adekuat, serta lantai yang licin.
  1. Efek Farmakologis
  • Penggunaan agen sedasi, hipnotik, atau anestesi yang memengaruhi orientasi dan koordinasi motorik.

C. KONDISI KLINIS TERKAIT 

  1. Osteoporosis 
  2. Kejang 
  3. Penyakit sebrovaskuler 
  4. Katarak 
  5. Glaukoma 
  6. Demensia 
  7. Hipotensi 
  8. Amputasi 
  9. Intoksikasi 
  10. Preeklamsi 

D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

Tujuan intervensi berfokus pada Tingkat Jatuh Menurun (L.14138). Evaluasi klinis dilakukan berdasarkan parameter berikut:

  1. Kejadian jatuh dari tempat tidur, saat berdiri, duduk, maupun berjalan mencapai nilai minimal (menurun).
  2. Peningkatan perilaku pencegahan jatuh oleh pasien dan keluarga.

D. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS (SIKI)

  1. Pencegahan Jatuh (I.14540)

Identifikasi Klinis: Melakukan pengkajian risiko secara rutin menggunakan instrumen tervalidasi seperti Morse Fall Scale (untuk dewasa) atau Humpty Dumpty Scale (untuk anak).

Tindakan Terapeutik:

  • Memastikan restrein fisik atau handrail tempat tidur terpasang dengan benar.
  • Mengatur tempat tidur pada posisi terendah dan memastikan pengunci roda berfungsi.
  • Mendekatkan bel pemanggil (nurse call) dalam jangkauan pasien.

Edukasi: Melatih pasien menggunakan alat bantu jalan (walker/kruk) dan orientasi lingkungan sekitar secara periodik.

2. Manajemen Keselamatan Lingkungan (I.14513)

  • Modifikasi lingkungan untuk meminimalkan hambatan fisik.
  • Penyediaan pencahayaan yang cukup di area berisiko tinggi (kamar mandi dan lorong).

E. TINJAUAN PAKAR: STRATEGI MULTIFAKTORIAL

Menurut World Health Organization (WHO) dan pakar keperawatan geriatri, pencegahan jatuh yang paling efektif adalah melalui pendekatan multifaktorial yang mencakup tinjauan pengobatan, latihan penguatan otot, dan penilaian bahaya rumah. Intervensi yang berpusat pada pasien (patient-centered care) terbukti menurunkan angka kejadian jatuh sebesar 24% di lingkungan rumah sakit.

DAFTAR PUSTAKA

Berman, A., Snyder, S., & Frandsen, G. (2020). Kozier & Erb’s Fundamentals of Nursing: Concepts, Process, and Practice (11th ed.). London: Pearson Education.

Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Oxford: Thieme.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

The Joint Commission. (2022). National Patient Safety Goals: Hospital Program. Oakbrook Terrace: Joint Commission Resources.

World Health Organization (WHO). (2021). Step Safely: Strategies for Preventing and Managing Falls Across the Life-Course. Geneva: World Health Organization.