Definisi Ilmiah
Kesiapan Peningkatan Proses Keluarga secara ilmiah didefinisikan sebagai pola fungsi keluarga yang cukup untuk mendukung kesejahteraan anggota keluarga dan dapat ditingkatkan. Secara sosiologis, ini melibatkan penguatan kohesi, adaptabilitas, dan komunikasi fungsional antar anggota keluarga guna mencapai resiliensi keluarga serta pemenuhan tugas perkembangan keluarga yang optimal sesuai siklus kehidupan.
Tabel Struktur Luaran Keperawatan (SLKI)
| Diagnosis Keperawatan | Luaran Utama | Luaran Tambahan |
| Kesiapan Peningkatan Proses Keluarga (D.0123) | Proses Keluarga (L.13123) | 1. Dukungan Keluarga (L.13112) 2. Kinerja Pengasuhan (L.13120) 3. Status Kesehatan Keluarga (L.12108) 4. Status Koping Keluarga (L.09088) |
Ekspektasi Luaran Utama: Membaik
- Kriteria Hasil: Adaptasi keluarga terhadap perubahan meningkat, kemampuan keluarga berkomunikasi secara terbuka di antara anggota keluarga meningkat, dukungan keluarga pada anggota keluarga meningkat, dan aktivitas keluarga dalam memenuhi kebutuhan fisik/psikologis anggota keluarga meningkat.
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)
Berikut adalah tiga intervensi utama dengan pendekatan tindakan OTEK (Observasi, Terapeutik, Edukasi, Kolaborasi):
1. Promosi Proses Keluarga (I.13496)
- Observasi:
- Identifikasi tipe koping keluarga dan dinamika hubungan antar anggota keluarga.
- Identifikasi kemampuan keluarga dalam mengambil keputusan terkait kesehatan/kesejahteraan.
- Terapeutik:
- Fasilitasi musyawarah keluarga untuk menyelesaikan masalah secara konstruktif.
- Hargai mekanisme koping adaptif yang digunakan oleh keluarga.
- Dukung anggota keluarga dalam mempertahankan tradisi atau ritual keluarga yang positif.
- Edukasi:
- Informasikan strategi untuk meningkatkan komunikasi terbuka di antara anggota keluarga.
- Latih keterampilan penyelesaian masalah secara kolektif.
- Kolaborasi:
- (Tidak tersedia secara spesifik dalam kode dasar).
2. Dukungan Koping Keluarga (I.09260)
- Observasi:
- Identifikasi respons emosional keluarga terhadap kondisi saat ini.
- Identifikasi beban prognosis secara psikologis bagi keluarga.
- Terapeutik:
- Dengarkan keluhan, perasaan, dan pertanyaan keluarga dengan empati.
- Bina hubungan saling percaya dengan seluruh anggota keluarga.
- Fasilitasi pengungkapan perasaan antara anggota keluarga.
- Edukasi:
- Informasikan fasilitas kesehatan atau komunitas yang dapat mendukung koping keluarga.
- Ajarkan teknik relaksasi atau manajemen stres untuk anggota keluarga.
- Kolaborasi:
- Rujuk untuk terapi keluarga atau konseling psikologis, jika perlu.
3. Edukasi Orang Tua: Fase Bayi/Anak (I.12397 / I.12398)
- Observasi:
- Identifikasi kesiapan dan kemampuan orang tua dalam menerima informasi pengasuhan.
- Identifikasi kebutuhan khusus anak berdasarkan tahap tumbuh kembang.
- Terapeutik:
- Sediakan materi dan media pendidikan kesehatan terkait pola asuh.
- Berikan penguatan positif terhadap keberhasilan orang tua dalam menjalankan peran pengasuhan.
- Edukasi:
- Jelaskan kebutuhan nutrisi, keamanan, dan stimulasi sesuai usia anak.
- Ajarkan cara memantau tumbuh kembang anak secara mandiri di rumah.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi dengan tenaga kesehatan di Posyandu atau layanan tumbuh kembang anak.
Literatur Referensi
- PPNI (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Family Nursing: Research, Theory, and Practice. Pearson (Untuk landasan ilmiah teori fungsi dan struktur keluarga).


Tinggalkan Balasan