Tag: Laporan Pendahuluan
-

KONSTIPASI (D.0049)
DIAGNOSA KONSTIPASI (D.0049) A.DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Konstipasi merupakan manifestasi klinis yang ditandai dengan penurunan frekuensi defekasi normal yang disertai dengan pengeluaran feses yang sulit atau tidak tuntas, serta tekstur feses yang kering dan keras. Secara fisiologis, kondisi ini terjadi akibat perlambatan transit feses di dalam kolon, yang menyebabkan penyerapan air secara berlebihan oleh mukosa…
-

KESIAPAN PENINGKATAN ELIMINASI URIN (D.0048)
DIAGNOSA KESIAPAN PENINGKATAN ELIMINASI URIN (D.0048) A. DEFINISI B. KRITERIA DIAGNOSIS (INDIKATOR KLINIS) Subjektif: Objektif: C. TINJAUAN PAKAR: PATOFISIOLOGI DAN PROMOSI KESEHATAN Menurut Potter & Perry (2021), eliminasi urin yang efektif bergantung pada integritas fungsi ginjal, ureter, kandung kemih, dan uretra. Pada tahap “Kesiapan Peningkatan,” fokus keperawatan bergeser dari mengatasi patologi menuju penguatan mekanisme pertahanan…
-

INKONTINENSIA URIN STRES (D.0046)
DIAGNOSA INKONTINENSIA URIN STRES (D.0046) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Inkontinensia urin stres merupakan suatu kondisi klinis yang ditandai dengan kebocoran urine involunter (di luar kendali) yang terjadi secara mendadak saat melakukan aktivitas yang meningkatkan tekanan intra-abdomen. Secara patofisiologis, hal ini disebabkan oleh kelemahan otot dasar panggul atau disfungsi sfingter uretra eksternal, sehingga tekanan uretra…
-

INKONTINENSIA URIN REFLEKS (D.0045)
DIAGNOSA INKONTINENSIA URIN REFLEKS (D.0045) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Inkontinensia urin refleks didefinisikan secara klinis sebagai pengeluaran urin secara involunter (tidak disadari) yang terjadi ketika volume kandung kemih mencapai ambang batas tertentu, akibat adanya aktivitas refleks detrusor yang tidak terhambat. Kondisi ini umumnya dikaitkan dengan gangguan pada sistem saraf pusat di atas level arkus…
-

INKONTINENSIA URIN FUNGSIONAL (D.0044)
DIAGNOSA INKONTINENSIA URIN FUNGSIONAL (D.0044) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO Secara patofisiologis, penyebab inkontinensia ini diklasifikasikan ke dalam beberapa faktor determinan: C. MANIFESTASI KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Diagnosis ini ditegakkan berdasarkan indikator berikut: D. LUARAN KEPERAWATAN (TARGET HASIL) Tujuan utama intervensi adalah mencapai Kontinensia Urin (L.04036) dengan kriteria hasil: E. INTERVENSI KEPERAWATAN STRATEGIS…
-

INKONTINENSIA URIN BERLEBIH (D.0043)
DIAGNOSA INKONTINENSIA URIN BERLEBIH (D.0043) A. DEFINISI B. DEFINISI ILMIAH Inkontinensia urin berlebih, secara klinis sering disebut sebagai overflow incontinence, adalah kondisi pengeluaran urin secara involunter (tidak terkendali) yang terjadi akibat distensi kandung kemih yang berlebihan (overdistention). Kondisi ini muncul ketika kandung kemih tidak dapat dikosongkan secara sempurna, sehingga tekanan intravesikal melebihi tekanan sfingter uretra,…
-

INKONTINENSIA URIN BERLANJUT (D.0042)
DIAGNOSA INKONTINENSIA URIN BERLANJUT (D.0042) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN FAKTOR RISIKO Secara patofisiologis, inkontinensia urin berlanjut dapat dipicu oleh beberapa faktor utama: C. KRITERIA DIAGNOSIS (INDIKATOR KLINIS) Berdasarkan Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI), tanda dan gejala yang muncul meliputi: D. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Tujuan utama intervensi adalah mencapai Eliminasi Urin Membaik (L.04033) dengan kriteria…
-

INKONTINENSIA FEKAL (D.0041)
DIAGNOSA INKONTINENSIA FEKAL (D.0041) A. DEFINISI B. ETIOLOGI DAN PATOFISIOLOGI Penyebab gangguan ini dapat diklasifikasikan berdasarkan mekanisme kerusakan biologisnya: C. KRITERIA DIAGNOSIS (INDIKATOR KLINIS) Berdasarkan standar diagnosis keperawatan, tanda dan gejala yang muncul meliputi: D. LUARAN KEPERAWATAN (TARGET HASIL) Tujuan utama intervensi adalah mencapai Kontinensia Fekal Membaik, dengan kriteria hasil: E. INTERVENSI KEPERAWATAN TERINTEGRASI Manajemen…
-

GANGGUAN ELIMINASI URIN (D.0040)
DIAGNOSA GANGGUAN ELIMINASI URIN (D.0040) A. DEFINISI B. ETIOLOGI (PENYEBAB) Berdasarkan tinjauan klinis dan referensi pakar, faktor penyebab gangguan ini meliputi: C. KRITERIA KLINIS (TANDA DAN GEJALA) Penegakan diagnosis ini didasarkan pada data klinis sebagai berikut: 2. Gejala Minor D. LUARAN KEPERAWATAN Target utama asuhan adalah mencapai eliminasi urin membaik, dengan kriteria hasil: E. INTERVENSI…
-

RISIKO SYOK (D.0039)
DIAGNOSA RISIKO SYOK (D.0039) A. DEFINISI B. FAKTOR RISIKO Penegakan diagnosis risiko ini didasarkan pada keberadaan faktor-faktor yang dapat memicu kegagalan sirkulasi, antara lain: C. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI) Setelah dilakukan intervensi keperawatan, diharapkan Tingkat Syok (L.03032) menurun dengan kriteria hasil: D. INTERVENSI KEPERAWATAN (SIKI) Intervensi difokuskan pada pemantauan ketat dan pencegahan perburukan kondisi melalui Pencegahan…
