GANGGUAN PROSES KELUARGA (D.0120)

GANGGUAN PROSES KELUARGA (D.0120)

by

in

DIAGNOSA GANGGUAN PROSES KELUARGA (D.0120)

A. DEFINISI 

  1. Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI) Perubahan dalam hubungan keluarga dan/atau fungsi keluarga yang menghambat kemampuan keluarga untuk menjalankan peran dan fungsi secara efektif guna mendukung kesejahteraan anggota keluarga lainnya.
  2. NANDA International Perubahan dalam hubungan dan/atau fungsi keluarga yang biasanya efektif, yang menyebabkan penurunan kemampuan untuk mencapai kesejahteraan bersama serta menghambat pertumbuhan potensi individu di dalam sistem tersebut.
  3. Marilyn M. Friedman Kondisi di mana keluarga sebagai sistem sosial tidak mampu melaksanakan fungsi-fungsi dasarnya, terutama fungsi afektif, sosialisasi, dan perawatan kesehatan, akibat adanya stresor yang merusak keseimbangan atau homeostasis sistem keluarga tersebut.
  4. Wright & Leahey Suatu gangguan pada dinamika interaksi antar anggota keluarga yang ditandai dengan ketidakmampuan untuk menyesuaikan peran dan struktur kekuasaan dalam menanggapi tuntutan perubahan internal maupun eksternal.
  5. Stanhope & Lancaster Disfungsi sistem keluarga yang terjadi ketika pola komunikasi dan dukungan emosional antar anggota keluarga terputus, sehingga keluarga kehilangan kapasitasnya sebagai unit pendukung utama bagi kesehatan dan perkembangan anggotanya.

B. DEFINISI ILMIAH

Gangguan proses keluarga didefinisikan sebagai suatu kondisi di mana sebuah sistem keluarga mengalami perubahan atau disfungsi dalam hubungan, pola komunikasi, dan peran-peran fungsionalnya. Secara sistemik, keluarga tidak mampu mempertahankan efektivitas fungsi mereka dalam menghadapi stresor, baik yang bersifat situasional maupun transisional. Hal ini mengakibatkan penurunan kemampuan keluarga untuk mencapai kesejahteraan bersama dan pertumbuhan anggota keluarga.

C. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)

Penyebab terjadinya disfungsi dalam proses keluarga sangat multifaktorial, meliputi:

  1. Krisis Situasional Perubahan status kesehatan mendadak anggota keluarga, perubahan kondisi finansial, atau perubahan status sosial.
  2. Krisis Perkembangan Transisi dalam siklus kehidupan keluarga seperti kelahiran anak pertama, fase remaja, atau masa pensiun.
  3. Perubahan Struktur Kekuasaan Peralihan pengambilan keputusan atau perubahan peran tradisional dalam keluarga yang tidak disepakati bersama.
  4. Hambatan Interaksi Perubahan pola interaksi keluarga dengan lingkungan masyarakat sekitarnya yang menyebabkan isolasi.

D. MANIFESTASI KLINIS (TAMDA DAN GEJALA)

Untuk menegakkan diagnosis ini, data objektif yang harus ditemukan meliputi:

  1. Ketidakmampuan Adaptasi Keluarga menunjukkan kegagalan dalam menyesuaikan diri terhadap perubahan situasi atau krisis yang menimpa sistem mereka.
  2. Disfungsi Komunikasi Tidak adanya komunikasi yang terbuka, jujur, dan efektif di antara anggota keluarga sehingga muncul konflik yang tidak terselesaikan.
  3. Kegagalan Fungsi Peran Ketidakmampuan menjalankan tugas-tugas rutin keluarga yang mendukung pertumbuhan individu dan stabilitas ekonomi/sosial.

E. KONDISI KLINIS TERKAIT 

  1. Penyakit kronis (mis. Diabetes Melitus, Kanker, Gagal Ginjal).
  2. Penyakit terminal atau fase menjelang ajal.
  3. Gangguan jiwa (mis. Skizofrenia, Gangguan Bipolar).
  4. Penyalahgunaan zat atau alkohol.
  5. Kecacatan fisik atau mental mendadak (mis. Stroke, Cedera Medula Spinalis).
  6. Kematian anggota keluarga.
  7. Kelahiran anak dengan kebutuhan khusus atau kelainan kongenital.
  8. Kehilangan pekerjaan atau krisis finansial keluarga.
  9. Perceraian atau perpisahan orang tua.
  10. Pemindahan atau perubahan tempat tinggal (migrasi).
  11. Krisis perkembangan (mis. anak masuk masa remaja, pensiun).
  12. Hospitalisasi anggota keluarga dalam jangka waktu lama.

F. LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)

Target utama intervensi adalah Proses Keluarga Membaik [L.13124], yang ditandai dengan:

  1. Peningkatan kemampuan adaptasi keluarga terhadap situasi baru.
  2. Peningkatan efektivitas komunikasi terbuka antar anggota keluarga.
  3. Pemulihan fungsi peran dan dukungan emosional dalam sistem keluarga.

G. STRATEGI INTERVENSI (SIKI)

Intervensi dirancang untuk memperkuat koping dan struktur keluarga melalui tindakan berikut:

  1. Dukungan Koping Keluarga [I.09260] Memfasilitasi keluarga untuk mengidentifikasi nilai, minat, dan tujuan bersama serta mendengarkan masalah keluarga tanpa menghakimi.
  2. Promosi Proses Efektif Keluarga [I.13496] Mempertahankan interaksi berkelanjutan dan memotivasi aktivitas bersama (seperti makan atau diskusi keluarga) untuk mengurangi gangguan rutinitas.
  3. Terapi Keluarga [I.09322] Menggerakkan seluruh anggota keluarga untuk mengidentifikasi pola komunikasi dan mencari solusi konstruktif terhadap konflik yang terjadi.

H. PERSPEKTIF PAKAR

Menurut Friedmann (2010), keluarga berfungsi sebagai sistem terbuka yang sangat dipengaruhi oleh sub-sistem internal dan supra-sistem eksternal. Gangguan pada salah satu anggota keluarga (misalnya penyakit kronis) secara otomatis akan mengganggu homeostasis seluruh sistem keluarga. Oleh karena itu, asuhan keperawatan tidak boleh hanya berfokus pada individu, melainkan harus memandang keluarga sebagai satu unit kesatuan yang saling ketergantungan.

DAFTAR PUSTAKA

Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Family Nursing: Theory, Practice, and Research. Upper Saddle River, NJ: Pearson/Prentice Hall.

NANDA International. (2021). Nursing Diagnoses: Definitions and Classification 2021-2023. Eleventh Edition. Oxford: Wiley Blackwell.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik. Jakarta: DPP PPNI.

Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan. Jakarta: DPP PPNI.

Stanhope, M., & Lancaster, J. (2016). Public Health Nursing: Population-Centered Health Care in the Community. St. Louis: Elsevier.

Wright, L. M., & Leahey, M. (2013). Nurses and Families: A Guide to Family Assessment and Intervention. Philadelphia: F.A. Davis Company.