DIAGNOSA MANAJEMEN KESEHATAN TIDAK EFEKTIF (D.0116)
A. DEFINISI
- PPNI (Persatuan Perawat Nasional Indonesia): Pola pengaturan dan pengintegrasian program kesehatan ke dalam kehidupan sehari-hari yang tidak cukup untuk mencapai tujuan kesehatan spesifik.
- NANDA International: Pola pengaturan dan pengintegrasian program terapeutik untuk pengobatan penyakit dan sekuelanya ke dalam kehidupan sehari-hari yang tidak memadai untuk memenuhi tujuan kesehatan spesifik.
- Nola J. Pender: Ketidakmampuan individu dalam mengadopsi dan mempertahankan perilaku promosi kesehatan serta gagal mengintegrasikan rencana asuhan ke dalam struktur kehidupan pribadi akibat kurangnya efikasi diri atau hambatan lingkungan.
- Lynda Juall Carpenito: Suatu kondisi di mana individu atau kelompok mengalami atau berisiko mengalami kesulitan dalam memprioritaskan atau mengelola rencana pengobatan yang diperlukan untuk pemulihan atau pemeliharaan kesehatan.
- World Health Organization (WHO): Kegagalan dalam manajemen diri (self-management) yang disebabkan oleh rendahnya literasi kesehatan, sehingga individu tidak mampu membuat keputusan yang tepat terhadap instruksi medis dan pencegahan penyakit kronis.
B. ETIOLOGI (FAKTOR PENYEBAB)
Secara patopsikologis dan situasional, masalah ini dipicu oleh berbagai determinan kesehatan:
- Hambatan Sistemik: Kompleksitas sistem pelayanan kesehatan dan kurangnya aksesibilitas informasi.
- Hambatan Kognitif & Psikososial: Konflik dalam pengambilan keputusan, kurangnya paparan informasi (knowledge deficit), serta rendahnya dukungan sosial.
- Faktor Ekonomi: Kesulitan finansial yang menghambat kepatuhan terhadap regimen pengobatan yang mahal.
- Dinimika Keluarga: Ketidakefektifan pola perawatan kesehatan keluarga atau konflik internal yang mengganggu proses penyembuhan.
C. MANIFESTASI KLINIS (TANDA DAN GEJALA)
Penegakan diagnosis ini didasarkan pada temuan data klinis sebagai berikut:
Data Subjektif: Pasien mengungkapkan kesulitan secara verbal dalam menjalankan program perawatan yang telah ditetapkan.
Data Objektif:
- Kegagalan dalam melakukan tindakan preventif untuk mereduksi faktor risiko.
- Ketidakmampuan menerapkan program pengobatan dalam rutinitas harian.
- Aktivitas hidup sehari-hari (Activity of Daily Living) yang tidak searah dengan tujuan pencapaian status kesehatan.
D. KONDISI KLINIS TERKAIT
- Penyakit kronis (mis. Diabetes melitus, hipertensi, kanker, gagal jantung).
- Penyakit menular (mis. HIV, tuberkulosis).
- Cedera medula spinalis.
- Kondisi pasca operasi.
- Penyalahgunaan zat.
- Gagal ginjal kronis.
- Cerebral palsy.
- Skizofrenia atau gangguan jiwa berat lainnya.
- Demensia atau Alzheimer.
- Retardasi mental.
- Kondisi terminal atau perawatan paliatif.
- Kelahiran anak dengan kelainan kongenital.
E. TARGET LUARAN KEPERAWATAN (SLKI)
Intervensi diarahkan untuk mencapai Manajemen Kesehatan Meningkat (L.12104) dengan kriteria hasil yang terukur:
- Peningkatan kepatuhan dalam menjalankan program perawatan.
- Peningkatan tindakan untuk mengurangi faktor risiko penyakit.
- Peningkatan efektivitas aktivitas harian dalam memenuhi tujuan kesehatan.
- Penurunan keluhan atau verbalisasi kesulitan dalam menjalani regimen pengobatan.
F. STRATEGI INTERVENSI KLINIS (SIKI)
Pendekatan intervensi bersifat holistik dengan melibatkan edukasi dan penguatan psikososial:
- Edukasi Kesehatan (I.12383):
Memberikan pemahaman mendalam mengenai faktor risiko dan strategi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS).
- Dukungan Pengambilan Keputusan (I.09265):
Memfasilitasi pasien dalam mengklarifikasi nilai-nilai personal dan membantu memilih alternatif solusi perawatan secara realistic.
- Pelibatan Keluarga (I.14525):
Mengoptimalkan peran keluarga sebagai sistem pendukung utama dalam perawatan emosional maupun fisik di rumah.
- Dukungan Tanggung Jawab pada Diri Sendiri (I.09277):
Mendorong otonomi pasien untuk mengambil peran aktif dan bertanggung jawab atas konsekuensi perilaku kesehatannya.
DAFTAR PUSTAKA
Carpenito, L. J. (2017). Handbook of Nursing Diagnosis. 15th Edition. Philadelphia: Wolters Kluwer.
Herdman, T. H., & Kamitsuru, S. (2021). NANDA International Nursing Diagnoses: Definitions & Classification, 2021–2023. Eleventh Edition. New York: Thieme Medical Publishers.
Pender, N. J., Murdaugh, C. L., & Parsons, M. A. (2018). Health Promotion in Nursing Practice. Eighth Edition. Boston: Pearson.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
Persatuan Perawat Nasional Indonesia (PPNI). (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
World Health Organization (WHO). (2022). Health Literacy and Health Behaviour: A Global Perspective on Management of Chronic Diseases. Geneva: WHO Press.


Tinggalkan Balasan