Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Hipertermia
| Diagnosa | Luaran Utama (SLKI) | Luaran Tambahan (SLKI) | Intervensi Terkait (SIKI) |
|---|---|---|---|
| Hipertermia | Termoregulasi (L.14134) | Perfusi Perifer, Status Cairan, Status Kenyamanan, Status Neurologis, Status Nutrisi, Termoregulasi Neonatus | 1. Manajemen Hipertermia (I.15506) 2. Regulasi Temperatur (I.14578) 3. Manajemen Cairan (I.03098) |
Ekspor ke Spreadsheet
Rincian Intervensi SIKI (OTEK)
Berikut adalah rincian tindakan intervensi untuk mengembalikan suhu tubuh pasien ke rentang normal:
1. Manajemen Hipertermia (I.15506)
- Observasi: Identifikasi penyebab hipertermia (mis. dehidrasi, terpapar lingkungan panas, penggunaan inkubator); monitor suhu tubuh secara kontinu; monitor kadar elektrolit; monitor haluaran urine.
- Terapeutik: Sediakan lingkungan yang dingin; longgarkan atau lepaskan pakaian; basahi dan kipasi permukaan tubuh; berikan kompres dingin pada aksila, dahi, atau lipatan paha; hindari pemberian antipiretik atau aspirin jika tidak diinstruksikan.
- Edukasi: Anjurkan tirah baring untuk mengurangi metabolisme tubuh; anjurkan memperbanyak asupan cairan oral untuk menjaga Status Cairan.
- Kolaborasi: Kolaborasi pemberian cairan dan elektrolit intravena, jika perlu.
2. Regulasi Temperatur (I.14578)
- Observasi: Monitor suhu tubuh anak sampai stabil (36,5∘C−37,5∘C); monitor warna dan suhu kulit; monitor tanda-tanda kejang atau penurunan Status Neurologis.
- Terapeutik: Pasang alat pemantau suhu kontinu (jika tersedia); tingkatkan asupan nutrisi yang adekuat (Status Nutrisi); sesuaikan suhu lingkungan dengan kebutuhan pasien.
- Edukasi: Jelaskan tanda dan gejala keletihan panas (heat exhaustion) serta penanganan dini kepada keluarga.
- Kolaborasi: Kolaborasi pemberian antipiretik sesuai indikasi medis.
3. Manajemen Cairan (I.03098)
- Observasi: Monitor status hidrasi (mis. frekuensi nadi, kekuatan nadi, akral, pengisian kapiler, kelembapan mukosa, turgor kulit, tekanan darah); monitor berat badan harian; monitor hasil pemeriksaan laboratorium (mis. hematokrit, Na, K, Cl).
- Terapeutik: Catat intake-output dan hitung balans cairan 24 jam; berikan asupan cairan sesuai kebutuhan individu; berikan cairan intravena jika asupan oral tidak memungkinkan.
- Edukasi: Jelaskan pentingnya hidrasi selama periode demam tinggi untuk mencegah komplikasi sistemik.
- Kolaborasi: Kolaborasi pemberian diuretik jika terdapat indikasi kelebihan beban cairan setelah rehidrasi massal.
Definisi Ilmiah Hipertermia
Hipertermia secara ilmiah didefinisikan sebagai peningkatan suhu tubuh inti di atas rentang normal diurnal karena kegagalan mekanisme Termoregulasi (L.14134) tanpa adanya perubahan pada titik pengaturan (set point) hipotalamus. Secara patofisiologis, kondisi ini melibatkan ketidakseimbangan antara produksi panas (melalui metabolisme atau paparan lingkungan) dengan pengeluaran panas (evaporasi, konduksi, konveksi, radiasi). Peningkatan suhu yang ekstrem dapat mengganggu Status Neurologis melalui denaturasi protein enzim serta memicu gangguan Perfusi Perifer akibat dehidrasi berat. Intervensi keperawatan difokuskan pada pendinginan eksternal yang terkontrol dan pemeliharaan keseimbangan elektrolit guna mencegah terjadinya heat stroke.
Literatur
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Tinggalkan Balasan