Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Harapan
| Diagnosa Terkait | Luaran Utama (SLKI) | Ekspektasi | Intervensi Terkait (SIKI) |
| Keputusasaan / Ketidakberdayaan | Harapan (L.09068) | Meningkat | 1. Promosi Harapan (I.09307) 2. Dukungan Emosional (I.09256) 3. Inspirasi Harapan (I.09282) |
Kriteria Hasil Harapan (L.09068)
| Kriteria Hasil | Menurun | Cukup Menurun | Sedang | Cukup Meningkat | Meningkat |
| Keterlibatan dalam aktivitas perawatan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| Selera makan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| Inisiatif | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| Minat komunikasi verbal | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| Kriteria Hasil | Meningkat | Cukup Meningkat | Sedang | Cukup Menurun | Menurun |
| Verbalisasi keputusasaan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| Perilaku pasif | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| Afek datar | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| Mengangkat bahu saat bicara | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
| Kriteria Hasil | Memburuk | Cukup Memburuk | Sedang | Cukup Membaik | Membaik |
| Pola tidur | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Rincian Intervensi SIKI (OTEK)
Berikut adalah rincian tindakan intervensi untuk meningkatkan ketersediaan alternatif pemecahan masalah (Harapan):
1. Promosi Harapan (I.09307)
- Observasi: Identifikasi harapan buruk dan realistis sebagai umpan balik; identifikasi pemahaman pasien tentang kondisi penyakit.
- Terapeutik: Ciptakan lingkungan yang memfasilitasi pasien mempraktikkan aspek spiritual; pandu pasien mengingat kembali kenangan yang menyenangkan; libatkan pasien secara aktif dalam penyusunan rencana perawatan.
- Edukasi: Ajarkan cara menetapkan dan mencapai tujuan yang realistis; anjurkan mengungkapkan perasaan terhadap kondisi dengan jujur.
- Kolaborasi: Tidak ada tindakan kolaboratif spesifik, namun dapat merujuk pada konselor spiritual jika diperlukan.
2. Dukungan Emosional (I.09256)
- Observasi: Identifikasi fungsi marah, frustrasi, dan amuk bagi pasien; monitor hambatan dalam kemampuan mengambil keputusan.
- Terapeutik: Fasilitasi mengungkapkan perasaan cemas, marah, atau sedih; berikan sentuhan sebagai bentuk dukungan (mis. memegang tangan jika diizinkan); tetap bersama pasien untuk memberikan rasa aman selama fase ansietas.
- Edukasi: Anjurkan mengungkapkan perasaan secara verbal; ajarkan penggunaan mekanisme koping yang adaptif.
- Kolaborasi: Rujuk untuk konseling jika diperlukan dukungan psikologis yang lebih mendalam.
3. Inspirasi Harapan (I.09282)
- Observasi: Monitor status emosi dan perkembangan harapan secara berkala; identifikasi faktor-faktor yang menurunkan motivasi atau inisiatif pasien.
- Terapeutik: Bantu pasien mengidentifikasi kekuatan diri yang masih dimiliki; berikan penguatan positif saat pasien berhasil menunjukkan kemajuan kecil; fasilitasi pasien menemukan makna dalam pengalaman sakit.
- Edukasi: Informasikan tentang kisah sukses orang lain dengan kondisi serupa guna menginspirasi pandangan positif terhadap masa depan.
- Kolaborasi: Kolaborasi dengan kelompok pendukung (support group) untuk berbagi pengalaman dan penguatan kolektif.
Definisi Ilmiah Harapan
Harapan (L.09068) secara ilmiah didefinisikan sebagai kondisi psikologis yang dinamis, mencerminkan ketersediaan berbagai alternatif pemecahan masalah serta keyakinan individu terhadap kemungkinan hasil positif di masa depan. Secara neuropsikologis, harapan berkaitan erat dengan sistem dopaminergik di otak yang mengatur motivasi, inisiatif, dan orientasi tujuan. Ketika harapan meningkat, pasien menunjukkan keterlibatan yang lebih besar dalam aktivitas perawatan diri dan perbaikan fungsi afektif (penurunan afek datar). Intervensi keperawatan bertujuan untuk merestorasi mekanisme koping pasien yang sempat pasif menjadi proaktif, sehingga menciptakan resiliensi psikologis dalam menghadapi stresor kesehatan.
Literatur
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Tinggalkan Balasan