Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Menelan
| Diagnosa | Luaran Utama (SLKI) | Luaran Tambahan (SLKI) | Intervensi Terkait (SIKI) |
| Gangguan Menelan | Status Menelan (L.06052) | Bersihan Jalan Napas, Adaptasi Neonatus, Fungsi Gastrointestinal, Organisasi Perilaku Bayi, Status Neurologis, Status Nutrisi | 1. Dukungan Kesiapan Menerima Makanan (I.03110) 2. Pencegahan Aspirasi (I.01018) 3. Terapi Menelan (I.03144) |
Rincian Intervensi SIKI (OTEK)
Berikut adalah rincian tindakan intervensi untuk memastikan keamanan dan efektivitas proses menelan:
1. Dukungan Kesiapan Menerima Makanan (I.03110)
- Observasi: Identifikasi kemampuan menelan dan posisi lubang hidung; periksa adanya residu makanan di mulut setelah makan; monitor tanda-tanda aspirasi (mis. batuk, tersedak).
- Terapeutik: Berikan lingkungan yang nyaman dan tenang saat makan; lakukan kebersihan mulut sebelum makan; sajikan makanan dalam bentuk yang mudah ditelan (mis. tekstur lunak atau cair kental).
- Edukasi: Anjurkan makan secara perlahan; anjurkan posisi duduk tegak (90°) saat makan dan bertahan selama 30 menit setelah makan.
- Kolaborasi: Kolaborasi dengan ahli gizi tentang asupan kalori dan jenis diet yang sesuai.
2. Pencegahan Aspirasi (I.01018)
- Observasi: Monitor tingkat kesadaran, refleks batuk, refleks muntah, dan kemampuan menelan; monitor bunyi napas tambahan (mis. ronkhi atau gurgling).
- Terapeutik: Pertahankan posisi kepala tempat tidur (fowler/semi-fowler); hindari pemberian makan melalui mulut jika refleks menelan tidak adekuat; sediakan alat penghisap (suction) di samping tempat tidur.
- Edukasi: Ajarkan keluarga cara memberikan makan yang aman untuk mencegah masuknya benda asing ke jalan napas.
- Kolaborasi: Kolaborasi pemberian obat pengencer dahak atau tindakan medis lain jika terjadi tanda obstruksi jalan napas.
3. Terapi Menelan (I.03144)
- Observasi: Monitor tanda dan gejala kelelahan saat makan atau minum; periksa kekuatan otot wajah dan lidah.
- Terapeutik: Fasilitasi latihan otot mulut (mis. menjulurkan lidah, menggerakkan rahang); berikan bantuan fisik saat makan jika diperlukan; atur ukuran suapan agar tidak terlalu besar.
- Edukasi: Informasikan pasien dan keluarga tentang tahapan kemajuan kemampuan menelan; ajarkan teknik menelan yang spesifik (mis. chin-tuck maneuver).
- Kolaborasi: Rujuk ke terapis wicara atau okupasi untuk rehabilitasi fungsi menelan yang lebih intensif.
Definisi Ilmiah Gangguan Menelan
Gangguan Menelan secara ilmiah dikenal sebagai disfagia, yaitu suatu anomali pada proses pemindahan makanan atau cairan dari mulut menuju lambung. Secara fisiologis, mekanisme ini melibatkan koordinasi kompleks antara sistem saraf kranial, otot orofaringeal, dan sfingter esofagus. Gangguan dapat terjadi pada fase oral, faringal, maupun esofageal yang sering kali dipicu oleh trauma neurologis, obstruksi mekanis, atau penurunan tonus otot. Ketidakmampuan menjalankan Status Menelan (L.06052) yang adekuat berisiko tinggi menyebabkan aspirasi paru, malnutrisi, dan dehidrasi. Intervensi keperawatan bertujuan untuk mengoptimalkan refleks menelan dan melindungi integritas Bersihan Jalan Napas guna memastikan asupan nutrisi tetap terpenuhi secara aman tanpa komplikasi pernapasan.
Literatur
- PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Tinggalkan Balasan