Gangguan Citra Tubuh (L.09067)

Gangguan Citra Tubuh (L.09067)

by

in

Tabel Integrasi SLKI dan SIKI: Gangguan Citra Tubuh

DiagnosaLuaran Utama (SLKI)Luaran Tambahan (SLKI)Intervensi Terkait (SIKI)
Gangguan Citra TubuhCitra Tubuh (L.09067)Berat Badan, Harga Diri, Identitas Diri, Identitas Seksual, Kesadaran Diri, Status Koping, Tingkat Agitasi1. Promosi Citra Tubuh (I.09305)
2. Promosi Koping (I.09312)
3. Promosi Harga Diri (I.09308)

Rincian Intervensi SIKI (OTEK)

Berikut adalah rincian tindakan untuk minimal 3 intervensi utama yang bertujuan meningkatkan persepsi positif pasien terhadap tubuhnya:

1. Promosi Citra Tubuh (I.09305)

  • Observasi: Identifikasi harapan citra tubuh berdasarkan tahap perkembangan; monitor frekuensi pernyataan kritik terhadap diri sendiri; monitor apakah pasien bisa melihat bagian tubuh yang berubah.
  • Terapeutik: Diskusikan perubahan tubuh dan fungsinya; fasilitasi kontak dengan individu yang memiliki perubahan citra tubuh serupa; bantu pasien menentukan keberadaan bagian tubuh yang masih ada secara fungsional.
  • Edukasi: Jelaskan kepada keluarga tentang perawatan perubahan citra tubuh; anjurkan mengungkapkan gambaran diri terhadap citra tubuh; latih fungsi tubuh yang dimiliki.
  • Kolaborasi: Kolaborasi dengan tim medis/rehabilitasi jika diperlukan penggunaan protesa atau alat bantu.

2. Promosi Koping (I.09312)

  • Observasi: Identifikasi kemampuan yang dimiliki; identifikasi metode penyelesaian masalah yang biasa digunakan; monitor risiko perilaku merusak diri.
  • Terapeutik: Fasilitasi dalam memperoleh informasi yang dibutuhkan; berikan suasana penerimaan tanpa menghakimi; diskusikan konsekuensi tidak menggunakan strategi koping yang adaptif.
  • Edukasi: Anjurkan menjalin hubungan yang memiliki kepentingan dan tujuan sama; ajarkan cara memecahkan masalah secara konstruktif; latih teknik relaksasi.
  • Kolaborasi: Rujuk untuk konseling psikologis jika beban emosional sangat berat.

3. Promosi Harga Diri (I.09308)

  • Observasi: Monitor pernyataan pasien yang merendahkan diri; identifikasi budaya, agama, dan jenis kelamin yang mempengaruhi harga diri.
  • Terapeutik: Motivasi terlibat dalam verbalisasi positif untuk diri sendiri; berikan penguatan positif atas pencapaian atau partisipasi; diskusikan kepercayaan terhadap penilaian diri.
  • Edukasi: Anjurkan mengidentifikasi kekuatan diri; ajarkan cara menetapkan tujuan yang realistis untuk mencapai harga diri yang lebih tinggi.
  • Kolaborasi: Tidak ada tindakan kolaboratif spesifik, namun dapat melibatkan kelompok pendukung sejawat.

Definisi Ilmiah Citra Tubuh

Citra Tubuh (L.09067) secara ilmiah merupakan konseptualisasi subjektif dan penilaian afektif individu terhadap struktur, fungsi, dan penampilan fisik tubuhnya sendiri. Secara psikoneuroimunologi, gangguan pada citra tubuh sering kali memicu respons stres sistemik yang bermanifestasi pada penurunan harga diri dan gangguan identitas diri. Penegakan intervensi keperawatan bertujuan untuk merekonstruksi persepsi kognitif pasien agar selaras dengan realitas fisik pasca-trauma atau penyakit, sehingga meningkatkan kemampuan koping adaptif. Evaluasi keberhasilan luaran ini ditandai dengan peningkatan verbalisasi positif terhadap bagian tubuh dan adaptasi peran yang efektif dalam lingkungan sosial.


Literatur

  1. PPNI. (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI. (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.
  3. PPNI. (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik (Edisi 1). Jakarta: DPP PPNI.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *