Definisi Penerimaan Kehamilan (L.07057):
Penerimaan Kehamilan merupakan suatu respons psikososial positif berupa upaya adaptasi dan rekonsiliasi emosional terhadap segala bentuk perubahan fisik, psikologis, serta pergeseran peran yang terjadi akibat situasi atau masalah kehamilan, guna mencapai keseimbangan kesejahteraan ibu dan janin.
Berikut adalah rekonstruksi tabel Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI) yang telah disempurnakan, diikuti dengan intervensi terkait berdasarkan Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI) lengkap dengan kode dan panduan Observasi, Terapeutik, Edukasi, dan Kolaborasi (OTEK).
Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
Penerimaan Kehamilan (L.07057)
- Ekspektasi: Meningkat
Kriteria Hasil | Menurun (1) | Cukup Menurun (2) | Sedang (3) | Cukup Meningkat (4) | Meningkat (5) |
|---|---|---|---|---|---|
Verbalisasi penerimaan kehamilan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Verbalisasi perasaan yang dialami | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Perilaku mencari perawatan kehamilan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Menyusun perencanaan kehamilan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kemampuan menghargai diri sendiri | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Hubungan positif | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kemampuan menyesuaikan diri dengan kehamilan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Verbalisasi perasaan tenang | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Upaya mencari informasi kehamilan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Meningkat (1) | Cukup Meningkat (2) | Sedang (3) | Cukup Menurun (4) | Menurun (5) |
|---|---|---|---|---|---|
Marah | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Menarik diri | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Perasaan kesepian | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Kriteria Hasil | Memburuk (1) | Cukup Memburuk (2) | Sedang (3) | Cukup Membaik (4) | Membaik (5) |
|---|---|---|---|---|---|
Afek | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)
Untuk mengoptimalkan Luaran Penerimaan Kehamilan (L.07057), berikut adalah 3 intervensi SIKI yang berkaitan erat menggunakan pendekatan OTEK:
1. Konseling Kehamilan (I.07214)
- Definisi: Memberikan bimbingan dan dukungan dalam proses adaptasi psikologis serta pengambilan keputusan selama masa kehamilan.
- Observasi:
- Identifikasi pemahaman ibu dan pasangan tentang kehamilan dan perubahan yang terjadi.
- Identifikasi kesiapan psikologis, sistem pendukung (support system), dan budaya terkait kehamilan.
- Monitor adanya tanda-tanda ansietas, penolakan, atau depresi prenatal.
- Terapeutik:
- Fasilitasi ibu untuk mengungkapkan perasaan, kekhawatiran, dan harapan terhadap kehamilannya.
- Berikan lingkungan yang aman, nyaman, dan menjaga privasi selama sesi konseling.
- Libatkan suami atau anggota keluarga terdekat dalam proses konseling untuk memperkuat dukungan sosial.
- Edukasi:
- Jelaskan perubahan fisik dan psikologis yang normal terjadi selama trimester kehamilan.
- Ajarkan teknik manajemen stres dan adaptasi perubahan peran baru.
- Kolaborasi:
- Kolaborasikan dengan psikolog atau psikiater jika ditemukan tanda-tanda gangguan kejiwaan berat (misal: depresi antenatal berat).
2. Promosi Koping (I.09312)
- Definisi: Meningkatkan upaya kognitif dan perilaku untuk menilai dan mengelola stresor akibat perubahan situasi kehamilan.
- Observasi:
- Identifikasi kemampuan koping yang pernah digunakan pasien sebelumnya dalam menghadapi masalah.
- Identifikasi dampak situasi kehamilan terhadap hubungan keluarga dan peran sosial.
- Monitor respons verbal dan non-verbal yang menunjukkan ketidakmampuan koping.
- Terapeutik:
- Dorong pasien untuk mengidentifikasi gambaran realistik terhadap perubahan hidup yang dihadapi.
- Berikan penilaian positif dan penguatan (reinforcement) atas keberhasilan adaptasi yang telah dilakukan.
- Fasilitasi komunikasi intersubjektif yang sehat antara pasien dan pasangan.
- Edukasi:
- Anjurkan pasien untuk mengidentifikasi alternatif pilihan penyelesaian masalah (problem-solving).
- Anjurkan mengungkapkan perasaan secara asertif, bukan emosional/destruktif.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi dengan pekerja sosial atau komunitas pendukung (support group) ibu hamil jika diperlukan penyesuaian finansial atau lingkungan.
3. Edukasi Perawatan Kehamilan (I.12423)
- Definisi: Menyediakan informasi terstruktur untuk meningkatkan pengetahuan dan kemandirian ibu dalam merawat kehamilannya, yang secara linier meningkatkan penerimaan psikologis.
- Observasi:
- Identifikasi tingkat pengetahuan saat ini, kesiapan belajar, dan hambatan menerima informasi.
- Terapeutik:
- Sediakan materi dan media edukasi yang interaktif (misal: booklet, audiovisual, lembar balik).
- Jadwalkan pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan bersama pasien dan keluarga.
- Berikan kesempatan kepada pasien dan pasangan untuk bertanya secara aktif.
- Edukasi:
- Jelaskan pentingnya pemeriksaan kehamilan rutin (antenatal care) minimal 6 kali selama masa kehamilan.
- Informasikan mengenai pemenuhan nutrisi seimbang, tanda-tanda bahaya kehamilan, dan persiapan persalinan.
- Kolaborasi:
- Kolaborasikan dengan ahli gizi untuk pemenuhan kebutuhan nutrisi spesifik pada ibu hamil yang mengalami distres/mual muntah berlebih.
Literatur
- PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Lowdermilk, D. L., Perry, S. E., Cashion, M. C., & Alden, K. R. (2020). Maternity & Women’s Health Care, 12th Edition. St. Louis: Elsevier.


Tinggalkan Balasan