PEMERIKSAAN KOAGULASI

PEMERIKSAAN KOAGULASI

Pemeriksaan koagulasi adalah serangkaian tes yang digunakan untuk mengevaluasi kemampuan darah untuk membeku serta durasi yang dibutuhkan untuk pembentukan bekuan tersebut. Tes ini sangat penting untuk memantau risiko perdarahan, efektivitas terapi antikoagulan, serta mendeteksi adanya pembekuan darah yang tidak normal (trombosis).

Pemeriksaan
Nilai Normal
PT
11 – 13,5 detik
INR
0,8 – 1,1
aPTT
25 – 35 detik
D-Dimer
< 500 ng/mL

Komponen Pemeriksaan Koagulasi

  1. PT (Prothrombin Time) Mengukur waktu yang dibutuhkan plasma darah untuk membeku melalui jalur ekstrinsik dan jalur bersama. Sering digunakan untuk memantau pasien yang mengonsumsi obat pengencer darah jenis warfarin.
  2. INR (International Normalized Ratio) Merupakan standarisasi nilai PT yang berlaku secara internasional. Nilai ini memastikan hasil pemeriksaan tetap konsisten meskipun dilakukan di laboratorium yang berbeda dengan reagen yang berbeda.
  3. aPTT (Activated Partial Thromboplastin Time) Mengukur waktu pembekuan melalui jalur intrinsik dan jalur bersama. Pemeriksaan ini sangat penting untuk memantau terapi heparin dan mendeteksi gangguan faktor pembekuan seperti pada kasus hemofilia.
  4. D-Dimer Mengukur fragmen protein yang dihasilkan saat bekuan darah hancur dalam tubuh. Kadar yang tinggi mengindikasikan adanya aktivitas pembekuan darah yang signifikan, seperti pada kasus Deep Vein Thrombosis (DVT) atau Emboli Paru.

Daftar SDKI yang Berkaitan

Berdasarkan hasil laboratorium koagulasi, berikut adalah Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia (SDKI) yang relevan:

  1. Risiko Perdarahan (D.0012) — Diagnosis utama jika nilai PT/aPTT memanjang atau INR tinggi.
  2. Risiko Gangguan Sirkulasi Spontan (D.0007) — Terkait risiko emboli yang mengganggu hemodinamik.
  3. Risiko Perfusi Perifer Tidak Efektif (D.0015) — Akibat adanya trombus yang menyumbat aliran darah.
  4. Gangguan Sirkulasi Spontan (D.0007)
  5. Risiko Cedera (D.0136) — Akibat kerentanan terhadap trauma yang memicu perdarahan hebat.
  6. Hipertermia (D.0130) — Terkadang berkaitan dengan respon inflamasi pada proses trombosis.
  7. Defisit Pengetahuan (D.0111) — Terutama mengenai prosedur tindakan invasif atau terapi antikoagulan.