Ketahanan Personal (L.09073)

Ketahanan Personal (L.09073)

by

in

I. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)

Ketahanan Personal (L.09073)

Definisi: Kapasitas untuk beradaptasi dan berfungsi secara positif setelah mengalami kesulitan atau krisis.Ekspektasi: Meningkat.

Indikator
Menurun
Cukup Menurun
Sedang
Cukup Meningkat
Meningkat
Verbalisasi harapan yang positif
1
2
3
4
5
Menggunakan strategi koping yang efektif
1
2
3
4
5
Verbalisasi perasaan
1
2
3
4
5
Menunjukkan harga diri positif
1
2
3
4
5
Mengambil tanggung jawab
1
2
3
4
5
Mencari dukungan emosional
1
2
3
4
5
Menganggap kesulitan sebagai tantangan
1
2
3
4
5
Menggunakan strategi keamanan
1
2
3
4
5
Menggunakan strategi menghindari bahaya
1
2
3
4
5
Menghindari penyalahgunaan obat/zat
1
2
3
4
5
Menahan diri menyakiti orang lain
1
2
3
4
5
Mengidentifikasi model peran
1
2
3
4
5
Mengidentifikasi sumber daya komunitas
1
2
3
4
5
Memanfaatkan sumber daya komunitas
1
2
3
4
5
Verbalisasi kesiapan untuk belajar
1
2
3
4
5

Ekspor ke Spreadsheet


II. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)

Berikut adalah tiga intervensi utama dengan komponen Observasi, Terapeutik, Edukasi, dan Kolaborasi (OTEK):

1. Promosi Koping (I.09312)

  • Observasi:
    • Identifikasi kemampuan yang dimiliki.
    • Identifikasi dampak situasi terhadap peran dan hubungan.
    • Identifikasi metode penyelesaian masalah sebelumnya.
  • Terapeutik:
    • Sediakan lingkungan yang tenang dan mendukung.
    • Fasilitasi dalam mengidentifikasi tujuan jangka pendek dan panjang yang realistis.
    • Berikan motivasi untuk terlibat dalam kegiatan sosial.
  • Edukasi:
    • Anjurkan mengungkapkan perasaan dan persepsi secara verbal.
    • Latih teknik relaksasi untuk mengurangi stres.
    • Latih keterampilan sosial dan strategi koping adaptif.
  • Kolaborasi:
    • Rujuk untuk konseling psikologis jika diperlukan.

2. Promosi Kepercayaan Diri (I.09308)

  • Observasi:
    • Monitor verbalisasi negatif tentang diri sendiri.
    • Identifikasi tingkat pengetahuan tentang kondisi atau masalah yang dihadapi.
  • Terapeutik:
    • Motivasi untuk melakukan perawatan diri secara mandiri.
    • Berikan penguatan positif (pujian) atas keberhasilan melakukan tugas.
    • Diskusikan rencana masa depan untuk meningkatkan harapan.
  • Edukasi:
    • Anjurkan mengidentifikasi kekuatan diri.
    • Latih cara berpikir positif dalam menghadapi tantangan hidup.
  • Kolaborasi:
    • Kolaborasi dengan kelompok pendukung (support group) di komunitas.

3. Promosi Literasi Kesehatan (I.12450)

  • Observasi:
    • Identifikasi kesiapan dan kemampuan menerima informasi.
    • Identifikasi sumber daya komunitas yang dapat diakses oleh individu.
  • Terapeutik:
    • Berikan materi edukasi yang sesuai dengan tingkat pendidikan dan pemahaman.
    • Jadwalkan waktu pendidikan kesehatan sesuai kesepakatan.
  • Edukasi:
    • Jelaskan strategi untuk meningkatkan keamanan dan menghindari perilaku berisiko (misal: penyalahgunaan zat).
    • Ajarkan cara mencari dan memanfaatkan layanan kesehatan di komunitas.
  • Kolaborasi:
    • Kolaborasi dengan tenaga kesehatan lain atau tokoh masyarakat untuk pendampingan belajar.

III. Literatur

  1. PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  3. Townsend, M. C. (2015). Psychiatric Mental Health Nursing: Concepts of Care in Evidence-Based Practice. Philadelphia: F.A. Davis Company.
  4. Stuart, G. W. (2016). Prinsip dan Praktik Keperawatan Kesehatan Jiwa. Singapore: Elsevier.

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *