Daftar Isi
I. Standar Luaran Keperawatan Indonesia (SLKI)
Ketahanan Keluarga (L.09074)
Definisi: Kapasitas keluarga untuk beradaptasi dan berfungsi secara positif setelah mengalami kesulitan atau krisis.
Ekspektasi: Meningkat.
Indikator | Menurun | Cukup Menurun | Sedang | Cukup Meningkat | Meningkat |
Mendiskusikan makna krisis | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Mempertahankan kebiasaan rutin keluarga | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Dukungan kemandirian antar anggota keluarga | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Verbalisasi harapan yang positif | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Menggunakan strategi koping yang efektif | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Verbalisasi perasaan antar anggota keluarga | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Mencari dukungan emosional antar anggota | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Menganggap kesulitan sebagai tantangan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Toleransi perpisahan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Mengidentifikasi sumber daya di komunitas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Memanfaatkan sumber daya di komunitas | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Memanfaatkan kelompok dukungan emosional | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Memanfaatkan nakes untuk informasi | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Memanfaatkan nakes untuk bantuan | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
Verbalisasi kesiapan untuk belajar | 1 | 2 | 3 | 4 | 5 |
II. Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)
Berikut adalah intervensi utama yang berkaitan erat dengan peningkatan ketahanan keluarga melalui pendekatan Observasi, Terapeutik, Edukasi, dan Kolaborasi (OTEK).
1. Promosi Koping Keluarga (I.09312)
- Observasi:
- Identifikasi respons emosional terhadap kondisi saat ini.
- Identifikasi beban prognosis secara psikologis bagi keluarga.
- Terapeutik:
- Hargai dan dukung mekanisme koping adaptif yang digunakan.
- Dengarkan keluhan, perasaan, dan pertanyaan keluarga secara non-judgmental.
- Edukasi:
- Informasikan kemajuan pasien secara berkala kepada keluarga.
- Latih keterampilan penyelesaian masalah bagi anggota keluarga.
- Kolaborasi:
- Rujuk untuk terapi keluarga, jika diperlukan.
2. Dukungan Keluarga Merencanakan Perawatan (I.13477)
- Observasi:
- Identifikasi sumber daya fisik, psikologis, dan spiritual keluarga.
- Identifikasi kemampuan keluarga dalam terlibat dalam perawatan.
- Terapeutik:
- Ciptakan lingkungan yang memudahkan komunikasi terbuka antar anggota keluarga.
- Gunakan alat bantu visual untuk memudahkan pengambilan keputusan perawatan.
- Edukasi:
- Ajarkan cara perawatan yang dapat dilakukan secara mandiri oleh keluarga di rumah.
- Informasikan fasilitas kesehatan dan sumber daya komunitas yang tersedia.
- Kolaborasi:
- Rujuk ke pekerja sosial atau sumber komunitas lainnya jika diperlukan.
3. Mobilisasi Keluarga (I.12466)
- Observasi:
- Identifikasi hambatan dalam proses komunikasi keluarga.
- Identifikasi kekuatan dan kelemahan struktur keluarga.
- Terapeutik:
- Libatkan seluruh anggota keluarga dalam perencanaan tindakan.
- Berikan dukungan emosional selama periode krisis keluarga.
- Edukasi:
- Jelaskan pentingnya dukungan sosial bagi ketahanan keluarga.
- Anjurkan keluarga untuk mengekspresikan perasaan secara jujur satu sama lain.
- Kolaborasi:
- Kolaborasi dengan tokoh agama atau konselor jika terdapat konflik nilai.
III. Literatur Referensi
- PPNI (2018). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
- Friedman, M. M., Bowden, V. R., & Jones, E. G. (2010). Family Nursing: Research, Theory, and Practice. New Jersey: Prentice Hall.


Tinggalkan Balasan