Konsep Diri (L.09067

Konsep Diri (L.09067)

by

in

Definisi Ilmiah

Konsep Diri (Self-Concept) secara ilmiah merupakan konstalasi persepsi, keyakinan, dan evaluasi kognitif individu terhadap dirinya sendiri yang mencakup dimensi fisik (citra tubuh), psikologis (harga diri), dan sosial (identitas serta peran). Peningkatan konsep diri melibatkan penguatan integritas ego dan aktualisasi potensi diri guna mencapai efikasi diri yang optimal dalam interaksi lingkungan.


Tabel Struktur Luaran Keperawatan (SLKI)

Diagnosis KeperawatanLuaran UtamaLuaran Tambahan
Kesiapan Peningkatan Konsep Diri (D.0089)Konsep Diri (L.09067)1. Citra Tubuh (L.09067)
2. Harga Diri (L.09069)
3. Identitas Diri (L.09070)
4. Penampilan Peran (L.13119)
5. Tingkat Pengetahuan (L.12111)

Ekspektasi Luaran Utama: Membaik

  • Kriteria Hasil: Verbalisasi pengakuan diri meningkat, minat melakukan asertif meningkat, perasaan positif terhadap diri sendiri meningkat, dan kepercayaan diri meningkat.

Standar Intervensi Keperawatan Indonesia (SIKI)

Berikut adalah tiga intervensi yang berkaitan erat dengan tindakan OTEK:

1. Promosi Konsep Diri (I.09311)

  • Observasi:
    • Identifikasi budaya, agama, ras, jenis kelamin, dan usia terhadap konsep diri.
    • Monitor pernyataan negatif tentang diri sendiri.
  • Terapeutik:
    • Diskusikan kepercayaan terhadap diri sendiri.
    • Berikan umpan balik positif atas peningkatan perilaku.
    • Dampingi individu untuk mengekspresikan pikiran dan perasaan.
  • Edukasi:
    • Jelaskan kepada keluarga tentang pentingnya dukungan dalam pembentukan konsep diri positif.
    • Latih kemampuan positif yang dimiliki.
  • Kolaborasi:
    • (Tidak tersedia secara spesifik dalam kode dasar).

2. Promosi Harga Diri (I.09308)

  • Observasi:
    • Monitor verbalisasi yang merendahkan diri sendiri.
    • Identifikasi upaya menjaga citra diri.
  • Terapeutik:
    • Motivasi terlibat dalam verbalisasi positif untuk diri sendiri.
    • Diskusikan pernyataan instalasi diri (mis. “Saya tidak dapat melakukan apa pun dengan benar”).
    • Berikan pengalaman yang meningkatkan otonomi.
  • Edukasi:
    • Anjurkan mempertahankan kontak mata saat berkomunikasi dengan orang lain.
    • Latih cara berpikir dan berperilaku positif.
  • Kolaborasi:
    • Rujuk untuk konseling, jika perlu.

3. Promosi Citra Tubuh (I.09305)

  • Observasi:
    • Identifikasi harapan citra tubuh berdasarkan tahap perkembangan.
    • Identifikasi perubahan citra tubuh yang mengakibatkan isolasi sosial.
  • Terapeutik:
    • Diskusikan perbedaan penampilan fisik dengan harga diri.
    • Diskusikan kondisi stres yang mempengaruhi citra tubuh.
  • Edukasi:
    • Jelaskan pada keluarga tentang perubahan citra tubuh.
    • Latih fungsi tubuh yang dimiliki untuk meningkatkan kepercayaan diri.
  • Kolaborasi:
    • (Tidak tersedia secara spesifik dalam kode dasar).

Literatur Referensi

  1. PPNI (2017). Standar Diagnosis Keperawatan Indonesia: Definisi dan Indikator Diagnostik, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  2. PPNI (2018). Standar Intervensi Keperawatan Indonesia: Definisi dan Tindakan Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  3. PPNI (2019). Standar Luaran Keperawatan Indonesia: Definisi dan Kriteria Hasil Keperawatan, Edisi 1. Jakarta: DPP PPNI.
  4. Stuart, G. W. (2016). Principles and Practice of Psychiatric Nursing. Elsevier Health Sciences (Untuk pendalaman ilmiah konsep psikososial).

Comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *